Newest Post

Profil Karakter Vocaloid

| Thursday, 4 December 2014
Read more »

Vocaloid 1

  • Leon (pria, aliran Soul, bahasa Inggris, Zero-G, 3 Maret 2004)
  • Lola (wanita, aliran Soul, bahasa Inggris, Zero-G, 3 Maret 2004)


  • Miriam (wanita, bahasa Inggris, Zero-G,, 26 Juli 2004)
Model: Miriam Stockley yang menyanyikan seri album Adiemus
  • KAITO (pria, bahasa Jepang, Crypton Future Media, 17 Februari 2006), Model: Naoto Fūga, aliran: pop dan semua jenis musik, terutama lagu anak-anak.

Vocaloid 2

Vocaloid 3

  • Aoki Lapis (wanita, bahasa Jepang , Yamaha, 22 Desember 2012)


  • SeeU (wanita, bahasa Korea, SBS Artech, 21 Oktober 2011, sampling : Kim Dahee)

  • Yuzuki Yukari (wanita, bahasa Jepang, AH Software, 22 Desember 2011, sampling : Ishiguro Chihiro)

  • IA (wanita, bahasa Jepang, 1ST PLACE, 27 Januari 2012,sampling : Lia)

  • Tone Rion (wanita, bahasa Jepang, 14 Oktober 2011)

  • Luo Tian Yi (wanita, bahasa Tionghoa, 12 Juli 2012)

  • CUL (wanita, bahasa Jepang, 8 Juni 2011, sampling : Eri Kitamura)


  • Oliver (pria, bahasa Inggris, 1 Oktober 2011)   

     

  • Bruno and Clara (Bruno: pria, Clara: wanita, bahasa Spanyol, 21 Oktober 2011)


  • Mew (wanita, bahasa Jepang, 13 September 2011)


  • V Flower (wanita, bahasa Jepang, 9 Mei 2014)


  • Anon dan Kanon (wanita, bahasa Jepang, 18 Februari 2014)


  • Merli (wanita, bahasa Jepang, 24 Desember 2013)


  • Mayu (wanita, bahasa Jepang)  
          
     
  • Kokone (wanita, bahasa Jepang) 
     
  • Galaco (wanita, bahasa Jepang, sampling : Kou Shibasaki)

  • Suzune Ring (wanita, bahasa Jepang, sampling : Mika)


  • Hibiki Lui (pria, bahasa Jepang)     
              
  • Maika (wanita, bahasa Spanyol) 

      
  • Akikoroid (wanita, bahasa Jepang)              
         

Profil Karakter Vocaloid

Posted by : Unknown
Date :Thursday, 4 December 2014
With 0comments

Apa sih Manga itu?

| Wednesday, 3 December 2014
Read more »
Apa itu Manga?



Manga (漫画) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) adalah orang yang menggambar manga.

Perbedaan mendasar antara sebutan manga dan komik adalah pembedaan pengelompokan, di mana manga lebih terfokus kepada komik-komik Jepang (kadang juga termasuk Asia), dan komik lebih kepada komik komik buatan Eropa/Barat.

Manga di Jepang
Majalah-majalah manga di Jepang biasanya terdiri dari beberapa judul komik yang masing-masing mengisi sekitar 30-40 halaman majalah itu (satu bab). Majalah-majalah tersebut sendiri biasanya mempunyai tebal berkisar antara 200 hingga 850 halaman. Jika sukses, sebuah judul manga bisa terbit hingga bertahun-tahun.

Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut tankōbon (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Komik dalam bentuk ini biasanya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi dan berguna buat orang-orang yang tidak atau malas membeli majalah-majalah manga yang terbit mingguan yang memiliki beragam campuran cerita/judul.

Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia.

* Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut shonen
* sedangkan yang untuk perempuan disebut shoujo.

Dua penerbit manga terbesar di Jepang adalah Shogakukan (小学館) dan Shueisha (集英社)

Gaya penggambaran
Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya/style sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin, biarpun gambar karakternya benar-benar sederhana. Para mangaka menggambar sederhana khususnya pada bagian muka, dengan ciri khas mata besar, mulut kecil dan hidung sejumput. Ada juga gaya menggambar Lolicon maupun Shotacon.

Tidak semua manga digambarkan dengan sederhana. Beberapa mangaka menggunakan style yang realistis, walaupun dalam beberapa elemen masih bisa dikategorikan manga. Seperti contohnya Vagabond, karya Takehiko Inoue yang menonjolkan penggunaan arsir, proporsi seimbang dan setting yang realistis.Tetap, Vagabond dikategorikan manga karena gaya penggambaran mata, serta beberapa bagian yang simpel. Manga juga biasa digambar dalam monochrome dan gradasinya yang biasa disebut tone.

Untuk komik jangka panjang atau yang memiliki ratusan volume, umumnya seiring dengan perkembangan waktu, para mangaka akan mengalami perubahan goresan yang cukup signifikan.Contoh yang umum di Indonesia mungkin karaya Hojo Tsukasa yang dari Cat Eyes berubah menjadi seperti dalam City Hunter. Atau karya lain Ah ! My Goddess yang dimulai sejak 1988 dan sampai sekarang masih terus berjalan. One Piece and Naruto pun cukup berubah bila dibandingkan pada goresan volume volume awal.

Doujinshi
Doujinshi adalah sebutan bagi manga yang dibuat oleh fans manga tersebut yang memiliki alur cerita atau ending yang berbeda dari manga aslinya. Para fans ini biasa mendistribusikannya dari tangan ke tangan, dijual secara indie di toko doujinshi, atau mengikuti konvensi akbar doujinshi yang biasa disebut Comiket. Disini dijual ribuan judul doujinshi tiap tahunnya. Pengunjungnya bisa mencapai 400.000 orang.

Doujinshi sendiri kadang menjadi batu loncatan seseorang/kelompok untuk menjadi mangaka. Ken Akamatsu (Love Hina, Negima) juga sering membuat dojin karyanya sendiri. Manga yang bertema hentai biasanya adalah dojin dari manga tertentu yang sudah terkenal. Biasanya karakter manga tersebut memang didesain untuk jadi "sasaran" para dojin-ka (sebutan bagi para pembuat dojin, sama seperi manga-ka).

Jenis manga
Banyak dari jenis-jenis ini juga berlaku untuk anime dan permainan komputer Jepang.

Berdasarkan jenis pembaca
* kodomo (子供) — untuk anak-anak.
* josei (女性) (atau redikomi) — wanita.
* seinen (青年) — pria.
* shōjo (少女) — remaja perempuan.
* shōnen (少年) — remaja lelaki.

Apa sih Manga itu?

Posted by : Unknown
Date :Wednesday, 3 December 2014
With 0comments

Apa sih Anime itu?

|
Read more »
Apa sih Anime itu?
Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang.
Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris “Animation” dan diucapkan sebagai “Anime-shon”.
Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas adalah Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Sekarang anime sudah sangat berkembang jika dibandingkan dengan anime jaman dulu. Dengan grafik yang sudah berkembang sampai alur cerita yang lebih menarik dan seru. Masyarakat Jepang sangat antusias menonton anime dan membaca manga. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka menganggap, anime itu sebagai bagian dari kehidupan mereka, Hal ini yang membuat beberapa televisi kabel yang terkenal akan beberapa film kartunnya, seperti Cartoon Network danNickelodeon mengekspor kartunnya. Untuk bisa mendapatkan anime, mereka harus membeli DVD/VCD anime atau mereka bisa mendownload anime itu dari situs-situs penyedia layanan Direct Download Link (DDL). Sekarang anime menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan bagi semua orang, dan banyak juga orang yang memanfaatkan hal ini untuk sebuah tindakan kejahatan. Pembuat anime itu sendiri disebut animator.Para Animator itu bekerja disebuah perusahaan media untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam perusahaan itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Tapi sangat disayangkan, gaji dari para animator tersebut kecil jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat para animator enggan untuk bekerja secara professional. Mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan usaha yang telah mereka lakukan. Para animator itu sendiri sering disebut Seniman Bayangan. Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya.

Apa sih Anime itu?

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Apa sih Vocaliod itu?

|
Read more »
Apa sih Vocaloid itu?


Vocaloid itu sendiri sudah familiar di telinga para penggemar anime / manga dari jepang.

Walaupun Vocaloid sebenarnya bukan anime maupun manga...
Hanya saja, banyak yang menganggapnya demikian.
Hingga ada beberapa yang bertanya dan mencarinya di google dengan pertanyaan "Adakah anime vocaloid" atau keyword "Vocaloid Anime".
Memang, dari tampilan para karakternya, orang-orang bisa menyimpulkan bahwa Vocaloid itu anime..
Tapi sebenarnya tidak, walaupun ada beberapa "klien" anime yang menyangkut tentang Vocaloid ini.

Lalu, sebenarnya Vocaloid ini apa?
Jika anda penasaran, mari simak beberapa penjelasan berikut.


Vocaloid dikembangkan dari proyek penelitian Pompeu Fabra University di Spanyol beserta Yamaha Corporation pada tahun 2000, dan kemudian dikomersilkan oleh Yamaha Corporation. Walaupun sebenarnya proyek ini tidak dimaksudkan menjadi proyek komersil.
Kemudian pada 5 hingga 9 Maret 2003, Vocaloid mulai diperkenalkan sebagai penyintesis suara (voice synthesizer) untuk pertama kalinya di pameran musik jerman yang bernama Musikmesse Frankfurt.

Vocaloid1 Leon Logo
Pada 3 Maret 2004, Vocaloid Leon dan Lola dirilis oleh Zero-G dan kemudian dijual sebagai penyanyi virtual beraliran soul. Selang tiga bulan kemudian, Zero-G merilis Vocaloid Miriam dengan penyedia suara Miriam Stockley. Crypton Future Media kemudian merilis Vocaloid pertama mereka, Meiko, Setahun kemudian.

Vocaloid 2 Hatsune Miku Box Art
Pada tahun 2007, Vocaloid 2 diperkenalkan dan dirilis. Karena waktu yang sangat mepet, Vocaloid versi ini tidak memiliki versi beta test-nya. Lalu, software inipun di-update setelah pengguna melaporkan beberapa masalah yang ada.
Dalam Vocaloid 2 ini, Crypton Future Media juga mengenalkan Character Vocal System, yang menurut saya bertujuan untuk menarik perhatian konsumen (walaupun mungkin tujuan sebenarnya memang begitu).
Character Vocal yang pertama dibuat oleh Crypton Future Media adalah Hatsune Miku. Dan Hatsune Miku pula yang mem-boost penjualan software Vocaloid ini, hingga Crypton Future Media dan Vocaloid meraih banyak penghargaan.
Sekitar tahun 2011, Vocaloid 3 diperkenalkan bersama beberapa voice bank bahasa jepang. Beberapa Studio menyediakan update untuk voice bank Vocaloid 2 agar bisa digunakan di Vocaloid 3. Jika pada Vocaloid 1 dan Vocaloid 2 Pustaka Suara dan software editor-nya digabung menjadi satu, Tidak demikian dengan Vocaloid 3. Software dan Pustaka Suara dijual terpisah. Pustaka Suara itu sendiri hanya berisi versi "kecil" software editor vocaloid 3.
Vocaloid 3 lebih gencar dipromosikan lebih dahulu sebelum waktu rilisnya. Dan, ada beberapa voice bank Vocaloid 2 maupun Vocaloid 1 versi updatenya dimasukkan dalam daftar pustaka suara Vocaloid 3.

Berikut ini beberapa penjelasan untuk Voice bank Vocaloid 1 hingga Vocaloid 3.

Box Art Vocaloid 1 Meiko
Vocaloid 1
  • Meiko
  • Meiko dirilis oleh Crypton Future Media sekitar November tahun 2004. Bahasa antarmuka utamanya menggunakan bahasa Inggris, walaupun Meiko menggunakan fonetik jepang untuk nyanyiannya.
  • Kaito
  • Kaito dirilis oleh Crypton Future Media sekitar Februari tahun 2006. Untuk bahasa antarmuka, Kaito juga menggunakan bahasa inggris walaupun Kaito menggunakan fonetik jepang untuk menyanyi. Kaito satu-satunya Vocaloid yang menggunakan software Vocaloid 1.1, Sementara Vocaloid sebelumnya masih menggunakan Vocaloid 1.0 yang didistribusikan bersama mereka. Namun demikian, dia masih membutuhkan patch tambahan Vocaloid 1.1.2 agar dapat bekerja dengan Vocaloid 1.1
Vocaloid 2
  • Hatsune Miku
    Crypton merilis Hatsune Miku pada 31 Agustus tahun 2007. Selama pengembangan Miku, Crypton memutuskan untuk membuat pendekatan yang berbeda dari yang digunakan oleh penerbit sound bank Vocaloid lain. Kemudian disimpulkan bahwa untuk membuat produk Crypton sukses terjual, tidak hanya dibutuhkan suara yang menarik yang perlu dikembangkan, namun suara itu membutuhkan image. Dalam hal ini, Fokus target untuk Vocaloid Crypton berubah dari studio musikhigh-end menjadi khalayak ramai, khususnya remaja.
  • Kagamine Rin / Len
    Box Art Kagamine Rin / Len
     Kagamine Rin dan Len dirilis pada 27 Desember tahun 2007. Crypton bermaksud untuk membuat proyek Vocaloid dengan suara gadis remaja muda untuk mengikuti jejak kesuksesan Hatsune Miku. Tapi permintaan untuk suara laki-laki juga ada. Maka dari itu Crypton merekrutseiyuu yang dapat menghasilkan suara keduanya. Karena itu, dalam paket penjualannya, terdapat dua voicebank, walaupun harganya sama dengan Hatsune Miku.
  • Megurine Luka
    Megurine Luka dirilis pada 30 Januari tahun 2009. Dia diperkenalkan pertama kali dengan kode (CV03) dan keberadaannya diketahui ketika promosi rilis versi asli Kagamine. Dia juga dimaksudkan untuk menjadi Character Vocal terakhir. Pada waktu rilisnya Luka, Permintaan untuk Vocaloid berbahasa Inggris mulai tumbuh. Luka menawarkan dua bahasa (Inggris dan Jepang) dalam satu voicebank untuk memberikan kesempatan pengguna Vocaloid Jepang menguji kemampuan mereka dalam Vocaloid yang dapat berbahasa Inggris.
Vocaloid 3
  • Mew
    Mew adalah Vocaloid perempuan berdasar suara penyanyi Miu Sakamoto. Mew dirilis pada 21 Oktober 2011. Mew rencananya dirilis sebagai paket bundel dengan software Vocaloid 3 sebagai pilihan awal bersama VY1 yang dirilis secara terpisah.
  • SeeU
    Box Art SeeU

    SeeU dirilis oleh SBS Artech pada 21 Oktober 2011 di Korea dan 16 Desember 2011 di Jepang. SeeU mempunyai voicebank bahasa Jepang dan Korea, sehingga dia dapat berganti bahasa ketika dibutuhkan. Software bawaannya mengatur agar bahasa Korea menjadi voicebank utamanya. Jika anda ingin SeeU bernyanyi dengan bahasa Jepang, Anda harus mengaturnya secara manual.
    Sebelum waktu rilisnya, SBS Artech mengunggah video pada 8 November 2011 yang isinya beberapa idola korea seperti Jo Kwon dan Jeong Jinwoon dari 2AM, Bang Shi Hyuk, Lim Jeong Hee, David Oh, serta U-Kiss memperkenalkan dan mendukung perilisan SeeU.
  • IA
    IA dirilis oleh 1st PLACE pada 27 Januari 2012. Demo versi beta untuk memperkenalkan IA juga dirilis. Lagu yang dipergunakan untuk demo adalah cover dari salah satu karya asli Lia. Pada 14 Desember 2011, dua lagu demo juga dirilis. Tanggal 13 Januari 2012, Versi penuh demo dirilis melalui Youtube dan Sound Cloud.

Baiklah, itu beberapa informasi Tentang Vocaloid.
Dan Gambar berikut adalah beberapa SS (Screen Shot) yang bisa saya dapatkan menyangkut tentang Vocaloid.

Tampilan POCALOID 2
GUI VOCALOID 3
Tampilan Set up Voice Library IA (Versi Crack Mungkin? :3)
Tampilan Set up Voice Library Hatsune Miku (POCALOID 2)
Sekian Artikel kali ini,
jika ada kekurangan atau ada yang tidak jelas, silahkan tanyakan melalui form komentar.
Saya akan segera meng-update artikel ini jika anda merasa ada sesuatu yang kurang pas.

Apa sih Vocaliod itu?

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Apa itu Bunkasai?

|
Read more »

Apa itu Bunkasai?


文化 bunkasai Festival Budaya Jepang (茶道 ,sadō, chadō?, jalan teh)

Festival Budaya Jepang (文化 bunkasai?) Ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh sebagian besar sekolah di Jepang, dari SMP ke universitas di mana para siswa menampilkan prestasi sehari-hari mereka. [1] Orang-orang yang ingin memasuki sekolah itu sendiri atau yang tertarik di sekolah dapat datang untuk melihat apa yang sekolah dan suasana seperti. Orangtua mungkin juga ingin melihat apa jenis pekerjaan anak-anak mereka telah lakukan.

Namun, banyak orang yang mengunjungi festival budaya yang datang hanya untuk bersenang-senang. Makanan yang disajikan, dan sering kelas atau gimnasium sementara diubah menjadi restoran atau kafe. Dances, konser dan bermain dapat dilakukan oleh masing-masing sukarelawan atau oleh berbagai sekolah "klub" seperti sebagai klub dansa, yang orkestra klub ini, band klub dan drama klub.

Festival Kebudayaan dimaksudkan untuk menjadi acara yang menyenangkan, tetapi juga satu-satunya kesempatan setiap tahun bagi siswa untuk melihat seperti apa hidup ini di sekolah lain. Hal ini juga dimaksudkan untuk memperkaya kehidupan manusia dengan meningkatkan interaksi sosial.

Festival budaya sering digambarkan dalam anime dan manga.


Upacara minum teh (Jepang)


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Chashitsu (ruangan upacara minum teh)
Upacara minum teh (茶道 sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯 ?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkukkeramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.
Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.
Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.
Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha(teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.

Sejarah

Lu Yu (Riku U) adalah seorang ahli teh dari dinasti Tang di Tiongkok yang menulis buku berjudul Ch'a Ching (茶经) atau Chakyō (bahasa Inggris: Classic of Tea). Buku ini merupakan ensiklopedia mengenai sejarah teh, cara menanam teh, sejarah minum teh, dan cara membuat dan menikmati teh.
Produksi teh dan tradisi minum teh dimulai sejak zaman Heian setelah teh dibawa masuk ke Jepang oleh duta kaisar yang dikirim ke dinasti Tang. Literatur klasik Nihon Kōki menulis tentang Kaisar Saga yang sangat terkesan dengan teh yang disuguhkan pendeta bernama Eichu sewaktu mengunjungi Provinsi Ōmi di tahun 815. Catatan dalam Nihon Kōki merupakan sejarah tertulis pertama tentang tradisi minum teh di Jepang.
Pada masa itu, teh juga masih berupa teh hasil fermentasi setengah matang mirip Teh Oolong yang dikenal sekarang ini. Teh dibuat dengan cara merebus teh di dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil agama Buddha. Teh belum dinikmati di kalangan terbatas sehingga kebiasaan minum teh tidak sempat menjadi populer.
Di zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen di Jepang sambil memperkenalkan matcha yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.
Permainan tebak-tebakan daerah tempat asal air yang diminum berkembang di zaman Muromachi. Permainan tebak-tebakan air minum disebut Tōsui dan menjadi populer sebagai judi yang disebut Tōcha. Pada Tōcha, permainan berkembang menjadi tebak-tebakan nama merek teh yang yang diminum.
Pada masa itu, perangkat minum teh dari dinasti Tang dinilai dengan harga tinggi. Kolektor perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengumpulkan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh menjadi populer di kalangan daimyo yang mengadakan upacara minum teh secara mewah menggunakan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh seperti ini dikenal sebagai Karamono suki dan ditentang oleh nenek moyang ahli minum teh Jepang yang bernama Murata Jukō. Menurut Jukō, minuman keras dan perjudian harus dilarang dari acara minum teh. Acara minum teh juga harus merupakan sarana pertukaran pengalaman spiritual antara pihak tuan rumah dan pihak yang dijamu. Acara minum teh yang diperkenalkan Jukō merupakan asal-usul upacara minum teh aliran Wabicha.
Wabicha dikembangkan oleh seorang pedagang sukses dari kota Sakai bernama Takeno Shōō dan disempurnakan oleh murid (deshi) yang bernama Sen no Rikyū di zaman Azuchi Momoyama. Wabicha ala Rikyū menjadi populer di kalangan samurai dan melahirkan murid-murid terkenal seperti Gamō UjisatoHosokawa TadaokiMakimura HyōbuSeta Kamon,Furuta ShigeteruShigeyama KenmotsuTakayama UkonRikyū Shichitetsu. Selain itu, dari aliran Wabicha berkembang menjadi aliran-aliran baru yang dipimpin oleh daimyo yang piawai dalam upacara minum teh seperti Kobori MasakazuKatagiri Sekijū dan Oda Uraku. Sampai saat ini masih ada sebutan Bukesadō untuk upacara minum teh gaya kalangan samurai dan Daimyōcha untuk upacara minum teh gaya daimyō.
Sampai di awal zaman Edo, ahli upacara minum teh sebagian besar terdiri dari kalangan terbatas seperti daimyo dan pedagang yang sangat kaya. Memasuki pertengahan zaman Edo, penduduk kota yang sudah sukses secara ekonomi dan membentuk kalangan menengah atas secara beramai-ramai menjadi peminat upacara minum teh.
Kalangan penduduk kota yang berminat mempelajari upacara minum teh disambut dengan tangan terbuka oleh aliran Sansenke (tiga aliran Senke: OmotesenkeUrasenke danMushanokōjisenke) dan pecahan aliran Senke.
Kepopuleran upacara minum teh menyebabkan jumlah murid menjadi semakin banyak sehingga perlu diatur dengan suatu sistem. Iemoto seido adalah peraturan yang lahir dari kebutuhan mengatur hirarki antara guru dan murid dalam seni tradisional Jepang.
Joshinsai (guru generasi ke-7 aliran Omotesenke) dan Yūgensai (guru generasi ke-8 aliranUrasenke) dan murid senior Joshinsai yang bernama Kawakami Fuhaku (Edosenke generasi pertama) kemudian memperkenalkan metode baru belajar upacara minum teh yang disebutShichijishiki. Upacara minum teh dapat dipelajari oleh banyak murid secara bersama-sama dengan metode Shichijishiki.
Berbagai aliran upacara minum teh berusaha menarik minat semua orang untuk belajar upacara minum teh, sehingga upacara minum teh makin populer di seluruh Jepang. Upacara minum teh yang semakin populer di kalangan rakyat juga berdampak buruk terhadap upacara minum teh yang mulai dilakukan tidak secara serius seperti sedang bermain-main.
Sebagian guru upacara minum teh berusaha mencegah kemunduran dalam upacara minum teh dengan menekankan pentingnya nilai spiritual dalam upacara minum teh. Pada waktu itu, kuil Daitokuji yang merupakan kuil sekte Rinzai berperan penting dalam memperkenalkan nilai spiritual upacara minum teh sekaligus melahirkan prinsipWakeiseijaku yang berasal dari upacara minum teh aliran Rikyū.
Di akhir Keshogunan Tokugawa, Ii Naosuke menyempurnakan prinsip Ichigo ichie (satu kehidupan satu kesempatan). Pada masa ini, upacara minum teh yang sekarang dikenal sebagai sadō berhasil disempurnakan dengan penambahan prosedur sistematis yang riil seperti otemae (teknik persiapan, penyeduhan, penyajian teh) dan masing-masing aliran menetapkan gaya serta dasar filosofi yang bersifat abstrak.
Memasuki akhir zaman Edo, upacara minum teh yang menggunakan matcha yang disempurnakan kalangan samurai menjadi tidak populer di kalangan masyarakat karena tata krama yang kaku. Masyarakat umumnya menginginkan upacara minum teh yang bisa dinikmati dengan lebih santai. Pada waktu itu, orang mulai menaruh perhatian pada tehsencha yang biasa dinikmati sehari-hari. Upacara minum teh yang menggunakan senchajuga mulai diinginkan orang banyak. Berdasarkan permintaan orang banyak, pendeta Baisaō yang dikenal juga sebagai Kō Yūgai menciptakan aliran upacara minum teh dengan sencha (Senchadō) yang menjadi mapan dan populer di kalangan sastrawan.
Pemerintah feodal yang ada di seluruh Jepang merupakan pengayom berbagai aliran upacara minum teh, sehingga kesulitan keuangan melanda berbagai aliran upacara minum teh setelah pemerintah feodal dibubarkan di awal era Meiji. Hilangnya bantuan finansial dari pemerintah feodal akhirnya digantikan oleh pengusaha sukses seperti Masuda Takashi lalu bertindak sebagai pengayom berbagai aliran upacara minum teh.
Di tahun 1906, pelukis terkenal bernama Okakura Tenshin menerbitkan buku berjudul The Book of Tea di Amerika Serikat. Memasuki awal abad ke-20, istilah sadō atau chadō mulai banyak digunakan bersama-sama dengan istilah cha no yu atau Chanoyu.

Apa itu Bunkasai?

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments
Next Prev
▲Top▲