Newest Post

Level 70 Artillery Guide PvP/PvE Guide

| Thursday, 4 December 2014
Read more »

Mythical Warden || PvP Artillery Guide

clazziqual_signature_by_zekeisawesome-d7iptp5

Mythical Warden

Artillery Player-Versus-Player Guide

Level 70 Artillery Guide [T4] PvP/PvE Guide

Artillery 70 Logo
My level 60 skill build is here, should you need to see how I explain the skills. The only new skills I would talk about is the 65 passive and the level 32 EX skill.
Tracking Arrow EX – Adds another 4 arrows which now increases the amount of hits you can get on a target up to 20 instead of the usual 16 hits. The super armor breakage of the skill is equally painful to the normal skill.
Magical Attack Mastery – It just increases your magical attack by 10% permanently.
Arrow Shower builds are completely nullified by now since at the level 70 cap most of the servers have removed the bug caused by Magical Breeze. Having a ACS and Tracking Arrow combo would be better since with the EX Tracking Arrows damage is once again enhanced.
Hybrid 70 will the first and the remaining builds will talk about the changes I have made from the hybrid build.
As usual like I said the skill build is only used as a guide and there is no need to follow it completely.
Hybrid Skill Build
Changes made:
  • Multi Shot is completely removed.
  • Twin Shot is at level 22.
  • Most of the magic tree skill are all added to level 16 or 11 to get the max potential damage.
  • Stun Shot and Ankle Shot is added for PvP uses.
Artillery Level 70 Hybrid Skill Build 1Artillery Level 70 Hybrid Skill Build 2Artillery Level 70 Hybrid Skill Build 3
Pure PvE Skill Build
Changes made:
  •  The only difference for this build to the hybrid is just that Ankle Shot, Stun Shot is removed.
  • With removal of the two skills, Spiritual Excel is now added to level 4.
Artillery Level 70 Pure PvE Skill Build 1Artillery Level 70 Pure PvE Skill Build 2Artillery Level 70 Pure PvE Skill Build 3
Pure PvP Skill Build
Changes made:
  • I reduced Swift Shot to level 11 as I wanted to get Arrow Barrage to level 2.
  • Took dual ultimate for PvP since Arrow Barrage most of the time when shot point blank it’s impossible to dodge compared to Revolutionary Ballista.
  • Ankle Shot is at level 3 for longer hold.
  • Should you not want dual ultimate you can just readjust the SP back into Swift Shot.
Artillery Level 70 Pure PvP Skill Build 1Artillery Level 70 Pure PvP Skill Build 2Artillery Level 70 Pure PvP Skill Build 3

Level 70 Artillery Guide PvP/PvE Guide

Posted by : Unknown
Date :Thursday, 4 December 2014
With 0comments

Cosplay

|
Read more »

Cosplay

Cosplay anime

Cosplay (コスプレ Kosupure) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai coser, salah satu cosplayer Indonesia adalah Hendi Fakhrizal
Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle), seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei. Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia.

Sejarah

Cosplay asal indonesia asli.. wayang orang.
Cosplay di distrik Harajuku, Tokyo
Cosplayer. New York Comic con. 2012
Sejak paruh kedua tahun 1960-an, penggemar cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika Serikat sering mengadakan konvensi fiksi ilmiah. Peserta konvensi mengenakan kostum seperti yang yang dikenakan tokoh-tokoh film fiksi ilmiah seperti Star Trek. Budaya Amerika Serikat sejak dulu mengenal bentuk-bentuk pesta topeng (masquerade) seperti dalam perayaan Haloween dan Paskah.[1]
Tradisi penyelenggaraan konvensi fiksi ilmiah sampai ke Jepang pada dekade 1970-an dalam bentuk acara peragaan kostum (costume show).[2] Di Jepang, peragaan "cosplay" pertama kali dilangsungkan tahun 1978 di Ashinoko, Prefektur Kanagawa dalam bentuk pesta topeng konvensi fiksi ilmiah Nihon SF Taikai ke-17. Kritikus fiksi ilmiah Mari Kotani menghadiri konvensi dengan mengenakan kostum seperti tokoh dalam gambar sampul cerita A Fighting Man of Mars karya Edgar Rice Burroughs. Tidak hanya Mari Kotani menghadiri Nihon SF Taikai sambil ber-cosplay. Direktur perusahaan animasi Gainax, Yasuhiro Takeda memakai kostum tokoh Star Wars.
Pada waktu itu, peserta konvensi menyangka Mari Kotani mengenakan kostum tokoh manga Triton of the Sea karya Osamu Tezuka. Kotani sendiri tidak berusaha keras membantahnya, sehingga media massa sering menulis kostum Triton of the Sea sebagai kostum cosplay pertama yang dikenakan di Jepang. Selanjutnya, kontes cosplay dijadikan acara tetap sejak Nihon SF Taikai ke-19 tahun 1980. Peserta mengenakan kostum Superman, Atom Boy, serta tokoh dalam Toki o Kakeru Shōjo dan film Virus. Selain di Comic Market, acara cosplay menjadi semakin sering diadakan dalam acara pameran dōjinshi dan pertemuan penggemar fiksi ilmiah di Jepang.
Majalah anime di Jepang sedikit demi sedikit mulai memuat berita tentang acara cosplay di pameran dan penjualan terbitan dōjinshi. Liputan besar-besaran pertama kali dilakukan majalah Fanroad edisi perdana bulan Agustus 1980. Edisi tersebut memuat berita khusus tentang munculnya kelompok anak muda yang disebut "Tominoko-zoku" ber-cosplay di kawasan Harajuku dengan mengenakan kostum baju bergerak Gundam. Kelompok "Tominoko-zoku" dikabarkan muncul sebagai tandingan bagi Takenoko-zoku (kelompok anak muda berpakaian aneh yang waktu itu meramaikan kawasan Harajuku). Istilah "Tominoko-zoku" diambil dari nama sutradara film animasi Gundam, Yoshiyuki Tomino, dan sekaligus merupakan parodi dari istilah Takenoko-zoku. Foto peserta cosplay yang menari-nari sambil mengenakan kostum robot Gundam juga ikut dimuat. Walaupun sebenarnya artikel tentang Tominoko-zoku hanya dimaksudkan untuk mencari sensasi, artikel tersebut berhasil menjadikan "cosplay" sebagai istilah umum di kalangan penggemar anime.
Sebelum istilah cosplay digunakan oleh media massa elektronik, asisten penyiar Minky Yasu sudah sering melakukan cosplay. Kostum tokoh Minky Momo sering dikenakan Minky Yasu dalam acara temu darat mami no RADI-karu communication yang disiarkan antara lain oleh Radio Tōkai sejak tahun 1984. Selanjutnya, acara radio yang sama mulai mengadakan kontes cosplay. Dari tahun 1989 hingga 1995, di tv asahi ditayangkan ranking kostum cosplay yang sedang populer dalam acara Hanakin Data Land.
Sekitar tahun 1985, hobi cosplay semakin meluas di Jepang karena cosplay telah menjadi sesuatu hal yang mudah dilakukan. Pada waktu itu kebetulan tokoh Kapten Tsubasa sedang populer, dan hanya dengan kaus T-shirt pemain bola Kapten Tsubasa, orang sudah bisa "ber-cosplay". Kegiatan cosplay dikabarkan mulai menjadi kegiatan berkelompok sejak tahun 1986. Sejak itu pula mulai bermunculan fotografer amatir (disebut kamera-kozō) yang senang memotret kegiatan cosplay.

Cosplay di Indonesia

Cosplayer adalah orang yang mengenakan pakaian/kostum/cosplay. Kebanyakan costume yang digunakan dari Jepang. Di Indonesia sangat jarang ditemukan Cosplayer yang mengenakan pakaian dari komik luar asia, beberapa menggunakan tipe eropa tetapi dikarenakan di ambil dari manga/manwa bukan dari komik luar asia.

Pembagian cosplay

Secara umum cosplay dinilai sama. Tetapi tak langsung dalam beberapa event yang terjadi di Indonesia sering dilakukan pembagian/kategori cosplay
  • Cosplay anime/manga. Cosplay yang berasal dari anime maupun manga. Biasanya manhwa termasuk didalamnya termasuk comic dari amerika.
  • Cosplay Game. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di Game.
  • Cosplay Tokusatsu. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter di film tokusatsu.
  • Cosplay Gothic. Cosplay yang berasal atau mengambil dari karakter bernuansa gelap atau Gothic. Biasanya digabung dengan Lolita.
  • Cosplay Original. Cosplay yang benar-benar original tidak ada di anime, tokusatsu dan lainnya. Atau memiliki dasar yang sama seperti tokoh game Kingdom heart misalnya: Sora (Kingdom Heart) tetapi berbentuk metalic (modern)
  • Harajuku Style. Beberapa cosplayer sering menduga Harajuku style adalah bagian dari cosplay. Beberapa Harajuku style muncul di manga/anime seperti Nana.
  • Cosplay Dongeng. beberapa cosplay yang di angkat dari tokoh heroik maupun dongeng setempat.

Sejarah cosplay di Indonesia

Pada awalnya cosplay tidak begitu banyak di kenal di Indonesia. Pada awal 2000-an, beberapa event seperti Gelar Jepang UI mengadakan Event Cosplay. Tetapi saat itu belum ada yang berminat, cosplay pertama saat itu hanyalah EO dari acara Gelar Jepang tersebut.
Beranjak dari Event Jepang, beberapa pemuda-pemudi (kebanyakan pemudi) di Bandung memperkenalkan gaya Harajuku dan hadirnya cosplayer pertama yang bukan merupakan EO saat itu. Berlanjut hingga sekarang, hampir tiap bulannya selalu ada event cosplay di Jakarta, dan di kota-kota besar di Indonesia.
Beberapa event yang sering hadir adalah:
  • Gelar Jepang. Biasanya ada di Universitas. Umumnya di Universitas Indonesia.
  • Bunkasai. Biasanya ada di Universitas.
  • Hellofest.
  • Animonster event. Beberapa event yang disponsori oleh animonster termasuk event cosplay di dalamnya.
  • Extravaganza, Cosplayer berdialog kocak, cosplay kartun Nickelodeon dan anime Jepang dijadikan satu dalam Extravaganza di bagian cerita yang berjudul "Sasuke", Putri Salju muncul dibagian selanjutnya.
  • Anime Festival Asia Indonesia
  • Ennichisai

Cosplay

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments

Profil Karakter Vocaloid

|
Read more »

Vocaloid 1

  • Leon (pria, aliran Soul, bahasa Inggris, Zero-G, 3 Maret 2004)
  • Lola (wanita, aliran Soul, bahasa Inggris, Zero-G, 3 Maret 2004)


  • Miriam (wanita, bahasa Inggris, Zero-G,, 26 Juli 2004)
Model: Miriam Stockley yang menyanyikan seri album Adiemus
  • KAITO (pria, bahasa Jepang, Crypton Future Media, 17 Februari 2006), Model: Naoto Fūga, aliran: pop dan semua jenis musik, terutama lagu anak-anak.

Vocaloid 2

Vocaloid 3

  • Aoki Lapis (wanita, bahasa Jepang , Yamaha, 22 Desember 2012)


  • SeeU (wanita, bahasa Korea, SBS Artech, 21 Oktober 2011, sampling : Kim Dahee)

  • Yuzuki Yukari (wanita, bahasa Jepang, AH Software, 22 Desember 2011, sampling : Ishiguro Chihiro)

  • IA (wanita, bahasa Jepang, 1ST PLACE, 27 Januari 2012,sampling : Lia)

  • Tone Rion (wanita, bahasa Jepang, 14 Oktober 2011)

  • Luo Tian Yi (wanita, bahasa Tionghoa, 12 Juli 2012)

  • CUL (wanita, bahasa Jepang, 8 Juni 2011, sampling : Eri Kitamura)


  • Oliver (pria, bahasa Inggris, 1 Oktober 2011)   

     

  • Bruno and Clara (Bruno: pria, Clara: wanita, bahasa Spanyol, 21 Oktober 2011)


  • Mew (wanita, bahasa Jepang, 13 September 2011)


  • V Flower (wanita, bahasa Jepang, 9 Mei 2014)


  • Anon dan Kanon (wanita, bahasa Jepang, 18 Februari 2014)


  • Merli (wanita, bahasa Jepang, 24 Desember 2013)


  • Mayu (wanita, bahasa Jepang)  
          
     
  • Kokone (wanita, bahasa Jepang) 
     
  • Galaco (wanita, bahasa Jepang, sampling : Kou Shibasaki)

  • Suzune Ring (wanita, bahasa Jepang, sampling : Mika)


  • Hibiki Lui (pria, bahasa Jepang)     
              
  • Maika (wanita, bahasa Spanyol) 

      
  • Akikoroid (wanita, bahasa Jepang)              
         

Profil Karakter Vocaloid

Posted by : Unknown
Date :
With 0comments
Next Prev
▲Top▲